Gawe Tradisi Asyuranan

img_20161011_173112

Assalamualaikum Wr, Wb.

Gerakan Ibadah Jama’I (Ibadah Bersama) sukses dicatatkan oleh RAMAH pada bulan Muharram  tahun 1438 H. Kegiatan ini di laksanakan oleh takmir selaku penanggung jawab, dan RAMAH selaku pelaksana di lapangan. Dengan memanfaatkan momen puasa sunnah Asyura tanggal 9-10 Muharram sebagai ajang dakwah untuk berpuasa dan berbuka bersama di Masjid Al-Anhar. Kegiatan ini membuat semangat warga keparakan kidul untuk ikut berpuasa. Selain mendapatkan pahala puasa, masyarakat juga mendapatkan ilmu dari Bapak Amanat Djogonarmado di hari yang ke-9 M, dan Bapak Abu Ibrahim di hari ke-10 M.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini sangatlah tinggi, hal ini terbukti banyaknya masyarakat yang mengikuti pengajian menjelang buka puasa, bahkan jumlahnya melebihi saat bulan Ramadhan. Kondisi ini sangatlah membahagiakan, karena terlihat adanya kesadaran masyarakat untuk menghidupkan ibadah sunnah. Indikator suksenya gerakan ibadah ini adalah dukungan (support) dari pengurus Masjid Al-Anhar dan adanya partisipasi masyarakat yang baik. Sangat terlihat sekali, bahwa dua indikator ini memenuhi dari gerakan ibadah puasa bersama, ngaji bersama dan buka bersama yang dilaksanakan pada hari senin dan selasa, tanggal 10-11 Oktober 2016.

Acara puasa bersama ini diawali dengan pengajian pada pukul 17.00 WIB. Menjelang buka puasa, remaja mempersiapkan takjil yang berupa minuman teh hangat dan nasi kotak untuk diberikan kepada jama’ah yang datang. Setelah itu, Penceramah memimpin untuk do’a buka puasa secara bersama sama. Maka lepaslah haus dan lapar, yang semula terlihat pucat menjadi segar, yang lesu menjadi semangat, karena pada saat itu juga jama’ah langsung menyantap nasi kotaknya. Perhatiannya saat itu hanya tertuju pada nasi dan ayam bakar. Itulah serangkaian acara yang terlenggara dengan baik dan mendapat respon positif dari warga.

Semoga gerakan ini menjadi awal yang baik dalam membentuk masyarakat yang lebih islami. Dan memberikan dampak yang positif bagi kehidupan beragama di lingkungan keparakan Kidul ini. Dan akhirnya inilah tradisi ibadah yang mestinya kita lakukan setiap tahunnya.

Sekian

Waassalamualaikum. Wr, Wb

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply