Hari Gini Masih Valentine-nan ? Ga’ deh!!!

Diturut dari kronologisnya, Hari Valentine atau sering dianggap sebagai hari untuk mengungkapkan rasa sayang ini ternyata merupakan hari untukmemperingati hari kematian St. Valentine, yang merupakan pendeta gereja yang konon melanggar aturan gereja sehingga dihukum pancung. St. Valentine ini meninggal tepat di tanggal 14 Februari 270 M, sehingga tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Valentine. Kemudian kenapa dianggap hari kasih sayang, ceritanya sebelum St. Valentine dihukum pancung, dia sempat mengirim surat kepada para putri penjaga-penjaga penjara dengan mendo’akan semoga bisa melihat dan mendapat kasih sayang Tuhan dan kasih sayang manusia.

Apabila kita merayakan Hari Valentine apa konsekuensinya? Ingat salah satu hadist, “Barang siapa meniru  suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. At-Tirmidzi). Mau termasuk di dalamnya? Apa lagi Allah Subhanahu Wa Ta’alla pun berfirman dengan sangat jelas di Surah Al Maidah ayat 51, “ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk  kepada orang-orang yang zalim.” Sudah syirik, masih zalim pula.

Tetapi kalau misalnya hanya mengungkapkan rasa sayang dan kemudian coba-coba menembak(mengungkapkan) dengan “Do you want to be my Valentine?”itu juga syirik? Pastinya, itu lebih parah lagi. Sekedar tau sajakalau kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin  yang berarti : Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Jadi sadar atau tidak jika kita meminta orang “to be my Valentine”, jelas sekali kita melakukan perbuatan menyekutukan Allah Subhanahu Wa Ta’ala (karena memintanya menjadi Sang Maha Kuasa) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Adapun Cupid(berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod the hunter dewa Matahari. Disebut oleh orang Romawi tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri.

Intinya, walaupun Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda “Sayangilah apa yang ada di muka bumi maka yang berada di langit akan menyayangimu” , namun Islam tetap memerintahkan untuk membatasi ungkapan kasih sayang sehingga tidak membelok dari syariat dan diwujudkan menurut hukum dan aturan Islam itu sendiri. Padahal saat ini perayaan Valentine malah dijadikan ajang perbuatan maksiat dan melanggar norma-norma agama. Nah, kita sekarang sedikit-sedikit sudah tahu asal-usul Hari Valentine tersebut. Dan yang harus sadari adalah Valentine’s Day dapat berubah kata-nya menjadi Falls andthen Die(sumber kebobrokan generasi) bila kita masih mengikuti budaya tersebut. Kejatuhan tabiat dan akhlak muslim akan semakin cepat terjadi karena perayaan tersebut dibarengi dengan pergaulan antara laki-laki dan wanita yang diadopsi dari Barat. Lalu sedikit demi sedikit kita dapat mematikan urat nadi syariat Islam dan lama kelamaan kembali lagi pada masa kegelapan yang penuh dosa. Jadi, pasti sependapat tidak ingin hal itu terjadi. Nah, daripada merayakan hari yang tidak begitu jelas maknanya mendingan kita berbuat yang sudah pasti ada hikmahnya, syukur yang pasti mendapat rahmat dan pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Banyak lagi hari yang bisa kita pakai untuk ngungkapin rasa sayang, tidak hanyaHari Valentine. Karena pada dasarnya semua hari itubaik.

Jadi,harus meninggalkan kebiasaan tidak baik dan jauh dari nilai-nilai Islam, dan ganti dengan berlomba-lomba melakukan segala kebaikan(fastabiqul khairat). Insya Allah lebih bermanfaat dunia akhirat, amiin.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply