Kisah Sang Tukang Kayu (Tukang Batu?)

Alkisah, ada seorang tukang kayu hebat yang mampu membangun rumah dengan sangat bagus. Namun, karena faktor usia, ia harus sudah pensiun. Manajer perusahannya menyayangkan kepergian seorang tukang hebat dari perusahaannya. Kepada tukang kayu itu, sang manajer meminta bantuan untuk membangunkan sebuah rumah. Tukang kayu itu setuju dan mulai membangun rumah itu. Akan tetapi, dengan niatan sudah pensiun, tukang kayu itu tidak membangun dengan spenuh hati. Garapannya tidak sebaik biasanya, bahkan ia memilih bahan-bahan yang murah dan berkualitas buruk.

Akhirnya, rumah itu selesai dibangun dan manajernya melihat-lihat rumah baru itu. Di depan pintu rumah, manajernya memberikan kunci rumah kepada tukang kayu tersebut. “Rumah ini adalah hadiah dariku untukmu, terima kasih selama ini telah bekerja dengan baik.”

Tukang kayu tersebut terkejut hingga syok. “Sayang sekali,” pikirnya, “Seandainya aku tahu kalau rumah itu akan diberikan kepadaku, maka aku akan membangunnya dengan semangat dan memilih interior yang terbaik.”

Kisah di atas sebenarnya dialami oleh sebagian besar dari kita. Semua amalan yang kita perjuangkan di dunia ini sesungguhnya merupakan modal bagi kita untuk membangun istana kita di surga. Silahkan memutuskan, untuk beramal shalih sebanyak-banyaknya dan sebaik mungkin atau sebaliknya. Sesungguhnya, rumah yang kita bangun itu adalah rumah yang akan kita tinggali selamanya.

===========

Sumber artikel, dari buku: Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi, Idea Press, Yogyakarta. Hal. 122-123. ISBN 978-6028-686-402.
——————
disunting dari:
http://laaraiba.wordpress.com/2010/09/06/kisah-tukang-kayu/
http://aljihad99.blogspot.com/2010/09/rumah-untuk-tukang-kayu.html

You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Kisah Sang Tukang Kayu (Tukang Batu?)”

  1. oryzaee says:

    super sekali
    jazakallah :)

Leave a Reply